Sekilas Potensi Bencana di Indonesia

Indonesia punya sejarah kejadian bencana dan potensi bencana di masa depan karena berbagai faktor mulai dari letak kontur dan dinamika penduduknya. Jadi jangan kaget jika setiap hari kita berurusan dengan bencana.

Menurut BNPB Indonesia adalah salah satu negara yang punya tingkat kerentanan gempa tertinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat kegempaan di Amerika Serikat. Emejing bukan?.

Tsunami yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh fenomena gempa tektonik di sepanjang jalur subduksi dan daerah seismik lainnya. Selama kurun waktu 1600-2000 ada 105 kejadian tsunami yang 90 persen diantaranya disebabkan oleh gempa tektonik, 9 persen oleh erupsi dan 1 persen oleh tanah longsor.

Wilayah pantai di Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana tsunami terutama pantai barat Sumatera, pantai selatan Pulau Jawa, pantai utara dan selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai utara Papua dan hampir seluruh Sulawesi.
Wabah Covid-19 bencana dunia 
Laut Maluku adalah daerah yang paling rawan tsunami. Dalam kurun waktu 1600-2000 di daerah ini telah terjadi 32 tsunami yang 28 diantaranya disebabkan gempa bumi dan 4 oleh letusan gunung api bawah laut.

Banjir juga memberikan kontribusi kerugian dan hilangnya jiwa dan harta benda. Trend banjir semakin meningkat di perkotaan dan pedesaan.

Bencana kebakaran juga sering terjadi terutama di kota besar dan padat seperti Jakarta. Indonesia banyak mengoleksi ancaman yang bisa menyebabkan bencana karena faktor geologi, topografi, demografi dan posisi lintang tropis. Berikut ini bahaya bencana yang ada di Indonesia:

1. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, kebakaran, tanah longsor.
2. Bencana geologi seperti gempa bumi, erupsi dan tanah longsor.
3. Bencana biologi seperti wabah atau pandemi penyakit.
4. Bencana sosial seperti konflik sosial dan penjarahan.
5. Terorisme
6. Bencana teknologi seperti jebolnya tanggul kebakaran industri dan kecelakaan transportasi