Soal HOTS Geografi Kelas 12 Inderaja dan SIG Untuk Transportasi dan Kesehatan Lingkungan

Halo teman-teman, lanjut lagi ya kita bahas soal hots geografi kelas 12 seputar materi pemanfaatan SIG dan Inderaja untuk transportasi dan kesehatan lingkungan.

Pada dasarnya peta, inderaja dan SIG itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena merupakan bagian yang saling melengkapi. Di era digital saat ini, pemanfaatan SIG semakin meluas di berbagai sisi kehidupan.

Saat ini kita pesan ojek online, makanan, hotel dan lainnya udah pakai perangkat SIG. Jadi geografi itu semakin luas guys pemanfaatannya di kehidupan. Yuk simak contoh soal hots pemanfaatan SIG dan inderaja dalam bidang transportasi dan kesehatan lingkungan berikut.

Baca juga:
Contoh soal hots geografi daya serap rendah
Pembahasan UNBK 1-50 2019

Contoh soal HOTS Inderaja dan SIG Kelas 12
1. Karakteristik data penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk analisis kepadatan pemukiman adalah
a. Memiliki resolusi spasial tinggi
b. Memiliki resolusi spektral tinggi
c. Memiliki kecerahan yang tinggi
d. Memiliki resolusi temporal tinggi
e. Memiliki resolusi radiometrik tinggi

Kajian tentang kepadatan pemukiman dengan inderaja harus memiliki data resolusi spasial yang tinggi. Resolusi spasial adalah ukuran objek terkecil yang masih dapat disajikan, dibedakan dan dikenali pada citra. Resolusi spasial tinggi akan menggambarkan bagian permukaan bumi secara detail dan halus sehingga memudahkan untuk menganalisa kepadatan pemukiman dari atas permukaan bumi.

2. Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk kajian kesehatan lingkungan dilakukan dengan cara .....
a. Menghitung luas tutupan vegetasi
b. Memperkirakan kedalaman air tanah
c. Menilai keadaan atmosfer
d. Mengidentifikasi area lahan terbangun
e. Mengkaji parameter lingkungan fisik

Aplikasi penginderaan jauh dan SIG dalam bidang kesehatan banyak digunakan untuk menilai parameter fisik lingkungan sebagai pemicu pemunculan vektor penyakit. Potensi aplikasi penginderaan jauh dan SIG ini selanjutnya untuk memahami karakteristik pola spasial dan temporal resiko penularan suatu penyakit.

3. Untuk menganalisa pemetaan wilayah perkotaan yang rentan banjir maka dibutuhkan berbagai macam parameter yang nantinya akan diolah dalam Sistem Informasi Geografi. Diantara parameter berikut ini, manakah yang termasuk dalam kategori parameter fisik yang berpengaruh terhadap banjir di suatu wilayah?
a. Slope dan Elevasi
b. Jenis Tanah dan Topografi
c. Tata Guna Lahan dan Elevasi
d. Jenis Tanah dan Slope
e. Ketinggian dan Curah Hujan

Elevasi dan slope memiliki peran yang penting terhadap kejadian banjir. Ketinggian tempat/elevasi yang tinggi tidak memungkinkan terjadinya genangan karena genangan akan muncul pada titik-titik permukaan bumi dengan elevasi rendah. Informasi lokasi yang memiliki elevasi rendah dapat diidentifikasi melalui data model elevasi digital. Slope berperan dalam kontrol kecepatan aliran air permukaan dan bawah permukaan sampai ke lokasi banjir. Slope yang landai akan lebih peka terhadap banjir.

4. Kota-kota di Indonesia saat ini tengah gencar merevitalisasi jalur pedestrian atau pejalan kaki agar masyarakat lebih nyaman untuk beraktifitas. Salah satu model analisa SIG yang digunakan untuk pengembangan jaringan jalur pedestrian atau pejalan kaki adalah ....
a. overlay
b. buffering
c. network
d. digitasi
e. 3D analisis

Buffering adalah satu bentuk proses pengubahan fitur yang terotomatisasi. Operasi ini menghasilkan satu data baru yaitu bentuk area penyangga (buffer) dari fitur yang telah ada. Area penyangga dihitung dari posisi objek fitur yang telah ada dalam satuan matrik tertentu. Analisa mode buffering bisa digunakan salah satunya untuk pelebaran pedestrian jalan. Baca juga: Soal Ulangan Interkasi Desa-Kota
Analisa buffering dalam SIG